Kabarborneoraya.com : Banjarbaru Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) telah memulai Rapat Koordinasi Awal Tahun 2026 dengan agenda utama sinkronisasi dan integrasi kebijakan reforma agraria di gelar 14/6/2026 di gedung ATR/BPN Banjarbaru.
Pertemuan penting ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui mekanisme pemberian hak berjangka waktu di atas Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Badan Bank Tanah.
Rapat koordinasi ini menekankan pentingnya pemanfaatan lahan yang bersumber dari pelepasan kawasan hutan untuk tujuan produktif, khususnya dalam sektor pangan.
Dr.Ir.Ariadi Noo.,M.S.i.,(Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah provinsi Kalsel) sekaligus Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria.,di dampingi oleh Budi Kristiyana,S.SiT.,M.H – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) saat wawancara menyampaikan apresiasi nya kepada pihak ATR/BPN yang sudah berkontribusi untuk ikut mendukung merealisasikan ketahanan pangan nasional kusus nya di bidang lahan pertanian.’ujar nya
“Dr.Ir.Ariadi Noor.,M.Si memaparkan Kalsel yang secara nasional menurut data Dinas Pertanian menjadi salah satu daerah yang menjadi andalan pangan nasional.,terutama di cetak sawah rakyat cukup berkontribusi kepada ketahanan pangan nasional.
Syamsir Rahman ( Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel) menambah kan penting nya kehadiran ATR/BPN Agraria untuk menjembatani lahan lahan baru cetak sawah mendukung ketersedian lahan pertanian.
Di lain itu Syamsir juga mengatakan untuk sementara Produksi padi Kalsel bagus antara Januari sampai April 2026 lebih tinggi dari tahun sebelum nya.’ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung lebih luas mempercepat pelaksanaan produktif lahan pertanian berkesinambungan.
Diharapkan, hasil dari rapat koordinasi ini dapat menghasilkan kebijakan yang terintegrasi dan efektif, memastikan lahan-lahan tidur dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat dan menjamin ketersediaan pangan di masa mendatang.. (Mk/Kbr)

0 Komentar