*Dari Lingkar Tambang Menuju Masa Depan PT SIS Bantu 40 Anak Daerah Menuju Masa depan Lewat Beasiswa IBFL*



Kabarborneoraya.com : Kalsel 

40 Anak Daerah Menemukan Jalan Baru Lewat Beasiswa IBFL PT SIS Tidak semua perjalanan menuju masa depan dimulai dari tempat yang mudah.

Sebagian anak muda harus berangkat dari wilayah yang jauh dari pusat kota, tumbuh di tengah keterbatasan fasilitas, dan menghadapi pertanyaan besar apakah mimpi melanjutkan pendidikan tinggi bisa benar-benar diwujudkan?

Bagi 40 anak muda dari enam kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pertanyaan itu kini mulai mendapatkan jawabannya.

Mereka adalah penerima Program Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) Batch IV Tahun Akademik 2026/2027 yang digagas PT Saptaindra Sejati (SIS) bersama Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).

Dari wilayah sekitar operasional tambang, mereka kini memiliki kesempatan menapaki dunia pendidikan tinggi. Sebuah langkah yang bukan hanya mengubah perjalanan pribadi mereka, tetapi juga membuka harapan baru bagi keluarga dan daerah asalnya.

Tahun ini, PT SIS meningkatkan jumlah penerima beasiswa menjadi 40 mahasiswa, naik dua kali lipat dibandingkan Batch III yang sebelumnya berjumlah 20 penerima.

Mereka berasal dari keluarga prasejahtera di wilayah Ring 1 operasional PT SIS, dengan sebaran dari Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala, Barito Timur, dan Barito Selatan.

Di balik angka 40 mahasiswa tersebut, terdapat 40 cerita perjuangan.

Ada anak-anak daerah yang memiliki kemampuan akademik, semangat belajar, dan cita-cita besar, namun membutuhkan dukungan agar langkah mereka menuju perguruan tinggi tidak berhenti karena persoalan ekonomi.

Bagi PT SIS, pendidikan menjadi salah satu cara membangun hubungan yang lebih bermakna dengan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program IBFL tidak dirancang hanya sebagai bantuan biaya kuliah, tetapi sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

External Relation Department Head PT SIS, Nenden Maryan, mengatakan penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, kemampuan akademik, hingga prestasi calon mahasiswa.

“PT SIS tahun ini memberikan beasiswa IBFL angkatan ke-4 sebanyak 40 orang,” ujar Nenden.

Menurutnya, program tersebut secara khusus menyasar masyarakat prasejahtera di lingkungan Ring 1 operasional pertambangan PT SIS.

“Kami menyaring dari sisi pendapatan orang tua, kemampuan akademik, serta prestasi anak-anak penerima beasiswa,” jelasnya.

Melalui program tersebut, PT SIS berharap muncul generasi muda dari sekitar wilayah tambang yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Kami ingin mencetak warga di sekitar Ring 1 tambang menjadi mahasiswa yang lebih baik dan meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar tambang,” katanya.

Tidak Berhenti di Bangku Kuliah

Salah satu hal yang membedakan Program IBFL adalah dukungan yang diberikan secara menyeluruh.

Mahasiswa penerima tidak hanya memperoleh pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga mendapatkan dukungan biaya hidup dan tempat tinggal selama menjalani pendidikan di Banjarmasin.

Dukungan tersebut diberikan selama masa studi hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Bahkan kebutuhan akhir perkuliahan seperti penyusunan skripsi dan proses wisuda juga menjadi bagian dari perhatian PT SIS.

“Benefit yang didapat mahasiswa penerima beasiswa lengkap, dari UKT sampai tunjangan tinggal atau tunjangan hidup selama mereka kuliah tiga tahun atau sampai lulus,” terang Nenden.

“Termasuk tunjangan skripsi dan wisuda juga kami support. Intinya dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Dengan dukungan tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi akademik.

Menyiapkan Lulusan untuk Dunia Industri

Perjalanan IBFL tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

PT SIS juga memberikan kesempatan kepada para penerima beasiswa untuk mengikuti proses seleksi dan berkompetisi menjadi bagian dari perusahaan.

Mahasiswa ditargetkan mampu menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Setelah lulus, mereka memiliki peluang mengikuti proses rekrutmen sesuai kebutuhan perusahaan.

“Mereka akan diberikan kesempatan untuk berkompetisi dan bekerja di PT SIS. Jika qualified, maka mereka akan menjadi karyawan SIS,” tegas Nenden.

Program tersebut menjadi penghubung antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

Poliban Menjadi Ruang Tumbuh Generasi Baru

Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Joni Riadi, SST., MT., mengapresiasi kepercayaan PT SIS dalam menjalankan program IBFL.

Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan pendidikan vokasi berkualitas.

“Dengan kerja sama ini tentunya memberikan kesempatan kepada calon-calon mahasiswa dari berbagai kabupaten yang berada di sekitar Ring 1 PT SIS,” ujarnya.

Sebanyak 40 mahasiswa penerima IBFL akan menempuh pendidikan pada enam program studi di Poliban, di antaranya bidang teknik elektro seperti Teknik Informatika, Teknik Listrik dan Elektronika, serta bidang teknik sipil..(kbr) 


Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar