Kabarborneoraya.Com:Batulicin Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Capacity Building Jurnalis Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kapasitas insan pers dalam mengangkat isu-isu ekonomi secara relevan dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ebony, Tanah Bumbu, Senin (10/2), dan diikuti oleh 50 jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan daring se-Kalsel.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Aloysius Donanto Herry Wibowo,dalam sambutannya mengapresiasi peran strategis jurnalis dalam menjaga kualitas informasi publik, khususnya di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Ia menyoroti bahwa tingginya suku bunga serta faktor politik menjadi pemicu gejolak ekonomi yang perlu dipahami dan disampaikan secara tepat kepada masyarakat.
“Politik juga memengaruhi ekonomi. Intinya, berita harus relevan dan tidak dicampuradukkan dengan hal-hal lain yang justru membingungkan,” ujarnya.
Aloysius Herry Wibowo meyakini jurnalis Banua memiliki kapabilitas dan kapasitas yang baik. Namun, ia menekankan pentingnya kemampuan mengolah isu-isu ekonomi yang kompleks agar lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi aktual masyarakat.
“Melalui capacity building ini, teman-teman jurnalis akan dibekali cara membangun narasi ekonomi yang relevan. Tugas kita bukan sekadar menumpuk data dan angka, tetapi membantu masyarakat membaca dan memahami informasi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang benar dapat serta-merta diserap publik tanpa konteks yang tepat. Untuk itu, Aloysius Donanto Herry Wibowo menyinggung prinsip “tiga uji” ala Sokrates sebelum sebuah informasi dipublikasikan: apakah informasi tersebut baik untuk disampaikan, perlu untuk disampaikan, dan bermanfaat bagi masyarakat.(kbr, rils)


0 Komentar