*GAPKI Kalsel Salurkan Bantuan Banjir ke Barito Kuala*

Kabarborneoraya.com : Barito Kuala Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Barito Kuala. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program GAPKI Peduli Banjir Kalsel, sebagai respons atas bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan sejak akhir Desember 2025.

Penyaluran bantuan tahap kedua dilaksanakan pada 13 Januari 2026. Bantuan diterima secara simbolis oleh Bupati Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, SH, MH, di Rumah Dinas Bupati, sebelum selanjutnya disalurkan kepada masyarakat melalui Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok yang dibutuhkan warga di masa pemulihan pascabanjir, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, gula pasir, ikan sarden, air mineral, dan kurma. Seluruh bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial setempat dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial Barito Kuala, Dahtiar Fajar, untuk didistribusikan kepada warga terdampak.

Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan peran aktif GAPKI Kalsel dalam membantu masyarakat di tengah situasi bencana.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan silaturahmi dari GAPKI,” ujar Bahrul Ilmi.

Ia menilai kehadiran dunia usaha dalam penanganan bencana menjadi bagian penting dari kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penanganan banjir dan dampaknya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Bahrul Ilmi juga mengapresiasi kontribusi salah satu perusahaan anggota GAPKI yang turut membantu kegiatan pengerukan saluran pembuangan air sebagai upaya mitigasi. Ke depan, ia berharap kolaborasi seluruh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit dapat terus diperkuat untuk membantu mengatasi persoalan banjir di Barito Kuala.

Banjir yang melanda Kalimantan Selatan sejak 27 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026 tercatat berdampak pada 11 kabupaten/kota. Selain merendam permukiman, bencana tersebut turut mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Selatan, Eddy S. Binti, menyatakan penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial GAPKI terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional industri kelapa sawit.

Melalui program GAPKI Peduli Banjir Kalsel, GAPKI berupaya tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga mendorong terbangunnya sinergi berkelanjutan antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

GAPKI Cabang Kalsel juga memastikan penyaluran bantuan akan berlanjut pada tahap berikutnya. Sebanyak 500 paket bantuan tambahan telah disiapkan, masing-masing berisi beras, gula pasir, telur ayam, mi instan, minyak goreng, dan teh, yang akan disalurkan sesuai jadwal lanjutan yang masih dikoordinasikan.

Di tengah upaya pemulihan pascabanjir, kehadiran berbagai pihak menjadi penguat harapan bagi masyarakat terdampak. Kolaborasi menjadi kunci, dan bantuan kemanusiaan menjadi jembatan solidaritas di saat bencana menguji ketangguhan bersama.. (Kbr)

Posting Komentar

0 Komentar